• عنوان البريد الإلكتروني هذا محمي من روبوتات السبام. يجب عليك تفعيل الجافاسكربت لرؤيته.
  • 031-99006530

“2018; USAHA UNTUK MEMASTIKAN KEBERLANJUTAN BUMD”

 BUKHARI, Direktur Utama PT Gresik Migas

 

 

Pemegang saham yang terhormat,

          Alhamdulilllah, ungkapan syukur selalu dan senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat ijin dan perlindungan-Nya kepada PT Gresik Migas (selanjutnya disebut “Perseroan”) berhasil melewati tahun 2018 dengan tetap menorehkan keuntungan dari tsunami regulasi yang mengubah secara dramatis model bisnis BUMD Hilir Migas termasuk bidang usaha Perseroan.

Ungkapan rasa syukur ini tentu perlu disampaikan berulang ulang karena hanya berkat pertolongan Allah SWT saja, Perseroan dapat menghadapi tantangan regulasi ini khususnya Peraturan Menteri ESDM No. 06/2016 yang mulai dilakukan law enforcement-nya pada tahun 2018, yang pada dasarnya adalah bahwa Pemerintah akan mencabut alokasi gas bumi sekaligus mengalihkan alokasi gas bumi tersebut apabila tidak memiliki kontrak langsung dengan pengguna akhir, termasuk alokasi gas bumi milik Perseroan. Pada akhirnya memang alokasi gas bumi Perseroan telah dialihkan kepada PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) sesuai Surat Keputusan Menteri ESDM No. 2865/13/MEM.M/2018 tentang Penetapan Realokasi Gas Bumi dari Wilayah Kerja West Madura Offshore tanggal 22 Juni 2018,  namun walapun begitu, Perseroan berhasil mengusulkan sekaligus berkontrak dengan PGN selama 15 (lima belas) tahun kedepan untuk pemanfaatan sekaligus pengoperasian fasilitas Gas Metering Station (GMS). Keberadaan fasilitas GMS ini sekaligus berfungsi sebagai jaring pengaman atas keberlangsungan usaha Perseroan, disamping kontribusi bidang usaha CNG (Compressed Natural Gas) yang masih tetap berlangsung sampai dengan saat ini. Disamping itu, Perseroan juga berhasil menciptakan sumber penerimaan baru berupa pemanfaatan ruang kantor khsususnya lantai 2 dari Gresik Migas Tower yang dimiliki. Sehingga tepat apabila Laporan Tahunan 2018 ini diberi tema, “Usaha untuk Memastikan Keberlanjutan BUMD”.

           Pada tanggal 17 Desember 2018 telah ditanda tangani Kesepakatan Bersama untuk pengalihan atas Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offfshore (PHE WMO), Kodeco Energy Co. Ltd dan PT Mandiri Madura Barat dengan PT Gresik Migas dan PGN, sehingga praktis sejak tanggal terbit surat Menteri ESDM tersebut, kegiatan Niaga Gas Bumi Melalui Pipa Dedicated Hilir oleh Perseroan telah berhenti total.

         Selanjutnya, sejak tanggal tersebut kegiatan operasonal GMS milik Perseroan tetap berlangsung sebagaimana biasa, tetapi penyaluran tersebut dalam rangka menyalurkan gas milik dari PGN sesuai Perjanjian Realokasi Gas Bumi dari PHE WMO antara PT Gresik Migas dan PGN tanggal 15 Nopember 2018 yang berlaku selama 14 (empat belas) tahun hingga berakhir pada 31 Desember 2032, dimana Perseroan mendapatkan penggantian atas biaya pemanfaatan fasilitas pipeline & metering sebesar USD 16,730 per bulan yang dibayarkan dengan mata uang Rupiah (IDR).

          Implikasi dari Perjanjian Novasi tersebut juga memberikan manfaat bagi Perseroan diantaranya adalah semua kewajiban outstanding Perseroan kepada PHE WMO berupa pembayaran Take or Pay (ToP) 2015 akan menjadi kewajiban PGN, sekaligus  menerima Haknya berupa Gas Make Up (GMU) 2015. Selanjutnya juga atas kewajiban pembayaran ToP 2015 oleh PT Surya Cipta Internusa (SCI) yang memiliki outstanding kewajiban pembayaran ToP 2015 secara otomatis juga terselesaikan/lunas.

          PGN juga memiliki kewajiban untuk melakukan penggantian kepada Perseroan atas Gas Paid But Untaken yakni gas yang telah dibayar oleh PTGM kepada PHE WMO tetapi belum diambil oleh PTGM, menurut catatan telah dibayarkan oleh PGN pada tanggal 31 Agustus 2018.

          Atas Perjanjanjian yang dilakukan antara Perseroan dengan SCI pada tanggal 27 Juli 2017 melalui penanda tangan Kesepakatan Bersama Jual Beli Gas dari WK WMO Dalam Rangka Pengambilan Gas Make Up/GMU (Selanjutnya disebut “KB GMU:”), sampai Laporan Tahunan ini dibuat masih menyisakan persoalan karena SCI sesuai surat SCI No. 0633/SCI/XII/2018 yang meminta pengembalian secara tunai sebesar 100% atas GMU yang tidak diambil selama masa kontrak, yang mana secara jelas dan tegas diatur dalam KB GMU permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi. Permintaan SCI kepada Perseroan tersebut telah keluar dari apa-apa yang telah diatur dalam KB GMU, khususnya pasal 7 yang secara tegas mengatakan bahwa setelah Perjanjian berakhir yakni pada tanggal 31 Desember 2018 maka SCI tidak berhak menuntut pengembalian dalam bentuk apapun termasuk pengembalian tunai. Selanjutnya, Perseroan harus bersiap menyelesaikan di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) jika sekiranya dispute terkait GMU ini belum/tidak selesai, karena mekanisme melalui BANI diterangkan dalam salah satu pasal KB GMU.

          Dengan berakhirnya kegiatan Niaga Gas Bumi Melalui Pipa Dedicated Hilir dari WK WMO, Perseroan terus berupaya mempertahankan keberlangsungan pengambilan gas dari Lapangan Gas Lengowangi Baru #1 yang telah berganti operator ke Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) dari oeprator sebelumnya adalah JOB Pertamina-Petrochina East Java (“JOB PPEJ”) dengan menggunakan moda Compressed Natural Gas (CNG), dengan laju alir sebesar 1.8 BBTUD dengan masa kontrak hingga 31 Desember 2019. PHE TEJ juga menjanjikan alokasi gas baru dari Lapangan South Bungo yang menurut rencana baru akan diproduksikan pada kwartal ketiga tahun 2020 selama 3 tahun kedepan atau hingga tahun 2023. Pemanfaatan gas bumi dengan moda CNG ini Perseroan bekerja sama dengan PT Bahtera Abadi Gas (“BAG”), salah anak perusahaan PT. SUPER ENERGI, Tbk yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange) pada akhir Desember 2018, yang juga sebagai salah satu tenan (penyewa) di Gresik Migas Tower.

          Kinerja Keuangan Perseroan di tahun 2018 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan  tahun 2017 walau tidak terlalu signifikan, dimana Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 244,8 Milyar, equivalen dengan 2.479.981 MMBTU  atau meningkat sebesar 14 % (empat belas persen) dari penjualan tahun 2017 sebesar Rp 214,3 Milyar, equivalen dengan 2.127.082 MMBTU. Perseroan berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp. 1,7 Milyar dibandingkan tahun lalu yang hanya membukukan keuntungan sebesar Rp. 62,9 juta.

          Kalau diamati lebih dalam terkait Laporan Keuangan Perseroan memberikan pesan yang kuat bahwa kedepan Kegiatan Usaha Niaga Gas Bumi terutama moda CNG yang masih berjalan sampai dengan saat ini, semakin berat bebannya dalam menutupi beban operasional Perseroan.

          Perseroan menyadari bahwa perubahan model usaha dari Niaga Gas Bumi Melalui Pipa Dedicated Hilir menjadi Operator Gas Metering Station berdampak signifikan dalam kemampuan Perseroan membukukan penjualan sekaligus keuntungan karena besaran manfaatnya relatif tetap, tetapi dengan jangka waktu yang cukup panjang hingga 2032. Sehingga dengan demikian, Perseroan dituntut untuk dapat menghasilkan peluang-peluang baru untuk menambah kemampuan keuangan Perseroan.

          Perseroan telah dan sedang melakukan beberapa usaha yang diharapkan dapat menjadi sumber penerimaan Perseroan yang berkesinambungan, diantaranya :

1.     Mengoptimalkan aset Gedung, “Gresik Migas Tower” khususnya lantai 2 dan 3. In shaa Allah, pada awal Januari 2019 nanti, 100 % lantai 2 sudah akan tersewa oleh cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT PUSPETINDO, untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan.

2.     Usaha Penyediaan Jasa Fabrikasi, Operasi dan Perawatan Dll kepada Industri-industri yang ada di Kabupaten Gresik. Potensi pasar terhdap usaha ini dipandang cukup besar dan menjanjikan terutama sekali karena selama ini keterlibatan daerah khususnya BUMD dalam kegiatan ini masih sangat minim. Lewat sinergi dengan perusahaan BUMN dan Swasta dengan kompetensi masing-masing, diharapkan Perseroan dapat berkecimpung dalam usaha ini.

3.     Upaya menghidupkan kembali kegiatan anak usaha Perseroan yakni PT Gresik Samudera, dalam kegiatan pengelolaan dan penjualan air bersih, dalam upaya rintisan dengan Polowijo Group.

4.     Pengelolaan sumur tua sekar korong masih tetap akan dilanjutkan terlebih lagi dengan adanya rencana Pemerintah untuk memberikan previledge kepada Badan Usaha Milik Daerah (“BUMD”) untuk mengelola seluruh sumur tua yang ada di wilayah kabupaten/kota dimana BUMD tersebut berada.

          Mengakhiri Laporan Tahunan 2018 ini, atas nama Direksi, perkenankan kami menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham yang telah mempercayakan pengelolaan Perseroan kepada kami. Kami percaya bahwa dengan semakin kokohnya jajaran Direksi serta didukung kerjasama yang baik dengan Dewan Komisaris, Karyawan dan pemangku kepentingan lainnya, Perseroan mampu bertahan dalam masa sulit ini dan terus berupaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi dan sumber daya alam lainnya serta memberdayakan kelebihan kelebihan yang dimiliki oleh Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan ini juga, Direksi menyampaikan permohonan maaf atas pencapaian Perseroan yang belum dapat memenuhi keinginan semua pihak di Kabupaten Gresik.

          Demikian juga kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan atas dedikasi, soliditas dan semangat pantang menyerah dalam memberikan hasil yang terbaik bagi Perseroan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan berkah untuk kita semua, Aamiin.