• عنوان البريد الإلكتروني هذا محمي من روبوتات السبام. يجب عليك تفعيل الجافاسكربت لرؤيته.
  • 031-99006530

"2017; IKHTIAR UNTUK MEMBANGKITKAN HARAPAN”

  

 BUKHARI, Direktur Utama PT Gresik Migas

 

Pemegang saham yang terhormat,

 

         Alhamdulilllah, ungkapan syukur selalu dan senantiasa dipanjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat ijin dan perlindungan-Nya kepada PT Gresik Migas (selanjutnya disebut “Perseroan”) berhasil melewati tahun 2017 dengan menorehkan keuntungan dari kondisi merugi pada tahun sebelumnya. Sikap ini perlu disampaikan berulang ulang karena hanya berkat pertolongan Allah SWT saja, Perseroan dapat menghadapi badai cobaan dan rintangan yang datang secara beruntun dan multi aspek ini. Trend penurunan kinerja yang sudah mulai terjadi di tahun 2015 dan semakin berat pada tahun 2016, tetapi Perseroan mampu kembali bangkit pada tahun 2017, sehingga tidak berlebihan apabila pada Laporan Tahunan 2017 ini, diberi tema “Ikhtiar untuk Membangkitkan Harapan”.

         Amandemen atas Perjanjian Jual Beli Gas (“PJBG”) Perseroan dengan pemasok gas yakni PT Pertamina Hulu Energi WMO (selanjutnya disebut “WMO”) sebagai dasar pengaliran Gas kembali kepada Perseroan telah ditanda tangani dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2017. Sesuai Surat Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi PHE WMO dari Wilayah Kerja (“WK”) WMO yang diterbitkan oleh Manteri ESDM tanggal 27 Juli 2016, dimana alokasi gas kepada Perseroan adalah  dengan besaran 5 BBTUD dan selebihnya interrubtible sampai dengan 17 BBTUD dengan jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2018. Dalam surat penetapan alokasi ini juga terdapat catatan kepada Perseroan untuk menyiapkan ataupun menguasai infrastruktur pengaliran gas bumi sampai ke end user paling lambat 1 (satu) tahun sejak tanggal ditetapkannya surat penetapan alokasi atau maksimal tanggal 28 Juli 2017.

 

         Selanjutnya Perseroan menanda tangani Kesepakatan Bersama Jual Beli Gas dari Wilayah Kerja (“WK”) West Madura Offshore (“WMO”) dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selanjutnya disebut “PGN”, selaku Pembeli gas pada tanggal 27 Maret 2017, dan berhasil dilakukan pengaliran gas pada tanggal 21 April 2017, melalui fasilitas Gas Metering Station (“GMS”) milik Perseroan yang berlokasi di Desa Sidorukun, Gresik. Pengaliran kembali gas oleh Perseroan ini, membangkitkan semangat Perseroan setelah selama setahun berhenti operasi karena harus menunggu selesainya proses negosiasi yang alot dengan Pembeli terutama menyangkut kesepakatan Harga Gas.

          Perseroan juga melakukan penanda tanganan Kesepakatan Bersama Jual Beli Gas dari WK WMO Dalam Rangka Pengambilan Gas Make Up dengan PT Surya Cipta Internusa (“SCI”)  pada tanggal 27 Juli 2017. Sesuai dengan judulnya maka Perjanjian dengan SCI dimaksudkan dalam rangka penyelesaian outstanding kewajiban Take or Pay (ToP) SCI untuk tahun 2015.

 

Perseroan mengalami kendala yang cukup berat dalam penyaluran gas pada tahun 2017, terutama sekali disebabkan beberapa hal, yakni, :

Pertama, harga gas dari WMO (Wellhead Price) yang selalu naik akibat ketentuan eskalasi/kenaikan harga gas sebesar 3% setiap tahunnya, dimana pada tahun 2017 harganya telah mencapai US$ 7.73 per MMBTU. Sedangkan PGN selaku Pembeli gas Perseroan memiliki beberapa sumber pasokan gas dengan Harga yang lebih murah. Dalam Perjanjian Jual Beli Gas (“PJBG”) dengan PGN pada tahun 2017, Perseroan hanya membukukan margin kotor sebesar US$ 0,15 per MMBTU.

Kedua, terbitnya Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 06 tahun 2016 (sebagai pengganti Permen ESDM No. 37 tahun 2015) pada tanggal 25 Februari 2016 yang mengatur penetapan alokasi dan pemanfaatan gas bumi. Ketentuan yang paling memberatkan Perseroan adalah adanya larangan menjual gas bumi kepada pembeli yang bukan pengguna akhir (end user). Ini berarti bahwa skema usaha yang dilakukan selama ini (eksisting) tidak dapat dilakukan lagi pasca masa transisi berakhir. Walaupun dalam beberapa kesempatan Perseroan telah menyampaikan bahwa skema yang dilakukan sekarang adalah rangka penyelesaian seluruh outstanding kewajiban dengan eksisting Pembeli (PGN dan SCI).

        Selain dari WK WMO, Perseroan terus berupaya meningkatkan pengambilan gas dengan moda Compressed Natural Gas (CNG) dari kontrak Jual Beli Gas Perseroan dengan JOB Pertamina East Java (“JOB PPEJ”) yang telah dialirkan pertama kali pada hari Rabu, 20 Juli 2016, dari Lapangan Lengowangi # 1 dengan laju alir sebesar 0,7 BBTUD, meningkat menjadi 0,8 BBTUD dalam semester pertama tahun 2017 dan meningkat menjadi 1,0 BBTUD dalam semester kedua. Gas dari Lapangan Lengowangi #1 ini diproses menjadi compressed natural gas (CNG) untuk selanjutnya dipasarkan ke Industri pengguna gas yang tidak terjangkau oleh jaringan pipa baik di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Dalam pengembangan Lapangan Lengowangi #1 ini, Perseroan bekerja sama dengan mitra usaha Perseroan, yakni PT Bahtera Abadi Gas (“BAG”).

          Kinerja Keuangan Perseroan di tahun 2017 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan  tahun 2016, dimana Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 214 Milyar, equivalen dengan 2.127.082 MMBTU  atau meningkat sebesar 624 % (enam ratus dua puluh empat persen) dari penjualan tahun 2016 sebesar Rp 34 Milyar, equivalen dengan 344.029 MMBTU. Perseroan berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp. 62,9 Juta dibandingkan tahun lalu yang masih membukukan kerugian sebesar Rp. 5,9 Milyar.

          Mengamati lebih dalam terkait Laporan Keuangan Perseroan memberikan pesan yang kuat bahwa Kegiatan Usaha Niaga Gas Bumi yang dilakukan Perseroan semakin memberikan tekanan kepada Perseroan dalam menghasilkan keuntungan. Walaupun upaya efisiensi telah berhasil dilakukan oleh Perseroan, namun karena adanya kenaikan Harga Gas di Hulu yang tidak dapat diserap seluruhnya oleh Pembeli gas, maka pada gilirannya akan memaksa margin kotor Perseroan semakin tergerus. Secara kegiatan Usaha Niaga Gas Bumi sebenarnya Perseroan mengalami negatif keuangan atau rugi secara operasi, namun dari pendapatan bukan usaha inti Perseroan, selanjutnya Perseroan mampu membukukan keuangan yang positif atau memperoleh keuntungan.

           Perseroan menyadari bahwa kegiatan usaha Niaga Gas Bumi melalui pipa sudah mengalami masa stagnasi secara komersial, terutama karena sumber pasokan gas Perseroan hanya berasal dari satu sumber saja yakni PHE WMO, sehingga ruang gerak sangat terbatas. Sehubungan dengan itu, Perseroan telah melakukan beberapa usaha yang diharapkan dapat menjadi sumber penerimaan Perseroan yang berkesinambungan, diantaranya :

1.     Usaha Penunjang Kegitan Hulu Migas kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (“KKKS”) yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur seperti PGN Saka, Petronas dan PHE WMO. Hal ini sudah diawali dengan penunjukan Perseroan oleh PGN Saka untuk melakukan pekerjaan Survey Lokasi Penelitian Topografi dan Geologi, selama 6 (enam) bulan dimulai pada bulan November 2017 dengan nilai pekerjaan lebih kurang sebesar Rp 2 Milyar. Perseroan masih dan terus mengikuti prosedur dan pentahapan untuk dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya dengan jenis pekerjaan yang berbeda dan nilai kontrak yang diharapkan bisa lebih besar baik dari PGN Saka maupun dari KKKS lainnya;

2.     Usaha Penyediaan Jasa Fabrikasi, Operasi dan Perawatan Dll kepada Industri-industri yang ada di Kabupaten Gresik. Potensi pasar terhadap usaha ini dipandang cukup besar dan menjanjikan terutama sekali karena selama ini keterlibatan daerah khususnya BUMD dalam kegiatan ini masih sangat minim. Lewat sinergi dengan perusahaan BUMN dan Swasta dengan kompetensi masing-masing, diharapkan Perseroan dapat berkecimpung dalam usaha ini.

3.     Mempersiapkan rencana kerjasama pengelolaan PI 10% dan Non PI Blok Tuban yang akan berakhir pada tanggal 28 Februari 2018, yang ditandai dengan penanda tangan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, Bupati Tuban, Bupati Lamongan dan Bupati Gresik pada tanggal 2 November 2016. Upaya ini tentu harus mendapatkan dukungan dan diperjuangkan oleh semua pihak di Kabupaten Gresik agar potensi penerimaan yang lebih panjang hingga mencapai                   20 tahun dapat diperoleh.

4.     Pengelolaan sumur tua sekar kurung tetap akan dilanjutkan terlebih lagi dengan adanya rencana Pemerintah untuk memberikan previledge kepada Badan Usaha Milik Daerah (“BUMD”) untuk mengelola seluruh sumur tua yang ada di wilayah kabupaten/kota dimana BUMD tersebut berada.

5.     Mengoptimalkan aset Gedung, “Gresik Migas Tower” khususnya lantai 2 dan 3. Sampai akhir tahun 2017, baru terdapat mitra usaha yang menempati luas kantor lebih kurang 100 m2 di lantai 3.

6.     Terhadap Investasi Perseroan di anak perusahaan, yakni PT Gresik Samudera (PTGS) di bidang Jasa Kepelabuhan maka sampai dengan akhir tahun 2017 sudah berhenti operasi, dan untuk selanjutnya masih menunggu keputusan pemegang saham mayoritas PTGS yakni Pemerintah Kabupaten Gresik;

Dalam kesempatan ini, Perseroan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-setingginya kepada Sutanta, SE.,MM - Direktur Tehnik dan Operasi yang telah berakhir masa tugasnya pada tanggal 29 November 2017, atas semua dedikasi dan pengabdiannya dalam mengembangkan Perseroan, dan ucapan yang sama disampaikan juga kepada Anharul Mahfudz, S.Ag,.MM selaku Komisaris Perseroan. Selamat jalan dan terus berkarya dimanapun berada dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan.

Mengakhiri Laporan Tahunan 2017 ini, atas nama Direksi, perkenankan kami menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham yang telah mempercayakan pengelolaan Perseroan kepada kami. Kami percaya bahwa dengan semakin kokohnya jajaran Direksi serta didukung kerjasama yang baik dengan Dewan Komisaris, Karyawan dan pemangku kepentingan lainnya, Perseroan mampu bertahan dalam masa sulit ini dan terus berupaya meningkatkan pemanfaatan Gas Bumi dan sumber daya alam lainnya serta memberdayakan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan ini juga, Direksi menyampaikan permohonan maaf atas pencapaian Perseroan yang belum dapat memenuhi keinginan semua pihak di Kabupaten Gresik.

Demikian juga kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan atas dedikasi, solidaritas dan semangat pantang menyerah dalam memberikan hasil yang terbaik bagi Perseroan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan berkah untuk kita semua, Aamiin.