• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 031-99006530

Pada akhir 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat dua hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pertama, mayoritas anggaran dibelanjakan untuk infrastruktur. Kedua, realisasi anggaran yang tercatat hampir 90 persen, meski masih bergerak.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, sebagian besar anggaran Kementerian ESDM tahun 2018 terealisasi untuk infrastruktur atau program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat, termasuk memberikan akses energi bagi masyarakat yang sebelumnya belum merasakan kehadiran energi sama sekali.

 

Dia mengungkapkan, 54 persen anggaran Kementerian ESDM pada 2018 dibelanjakan untuk belanja publik fisik untuk program yang menyasar langsung kepada rakyat kecil.

 

 

 

"Pelaksanaan anggaran Kementerian ESDM membaik secara kuantitas maupun kualitas. Belanja untuk infrastruktur atau publik fisik sebesar 54 persen atau sekitar Rp 3,6 triliun untuk program dan kegiatan yang diperlukan masyarakat," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

 

Program tersebut seperti untuk jaringan gas kota, konversi minyak tanah ke LPG, konverter kit untuk nelayan kecil, Penerangan Jalan Umum (PJU), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk masyarakat di daerah pelosok dan Sumur Bor untuk daerah yang sulit air

 

Anggaran yang pro-rakyat ini, lanjut Ego, juga diikuti capaian realisasi penyerapan yang semakin membaik. "Dalam 10 tahun terakhir sejak 2009, baru kali ini penyerapan anggarannya telah mencapai diatas 87 persen, dari total anggaran Rp 6,6 triliun," kata dia.

Sumber :https://www.liputan6.com/bisnis/read